Aside

Diplomat Apa Sih Tuh?

Hayo, ngaku! Siapa yang dulu punya cita-cita jadi diplomat? Atau tunjuk tangan deh siapa yang kalau lulus nanti berniat sekolah di Sekolah Dasar Luar Negeri (Sekdilu) biar bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis?

productdisplay-57049895e383c.jpg
Paspor Indonesia – Source: Peruri.co.id

Well, profesi diplomat memang terlihat menggiurkan. Bagi lulusan Ilmu Hubungan Internasional, profesi tersebut merupakan profesi impian yang diraihnya saja perlu usaha dan doa semaksimal mungkin. Profesi diplomat identik dengan jalan-jalan ke luar negeri, berjas, jamuan makan, dan berbagai fasilitas mewah lainnya. Selain mendapatkan berbagai fasilitas, diplomat juga mendapatkan hak kekebalan diplomatik (immunity) yang meliputi pribadi pejabat diplomatik, kantor perwakilan (rumah kediaman diplomat) di negara penempatan dan korespondensi diplomatik. Tentu saja hak immunity tersebut tidak bisa di pakai sembarangan atau hanya untuk kepentingan pribadi diplomat semata.

Nah, siapa yang tidak mau menikmati fasilitas tersebut secara gratis? Eits,  walaupun diberikan fasilitas mewah tapi tanggung jawab yang diemban tidak sedikit loh! Lima tanggung jawab utama diplomat yaitu:

  1. Perwakilan yaitu peran untuk menjadi wakil Indonesia di negara tujuan;
  2. Promosi yaitu tugas untuk mempromosikan Indonesia agar Indonesia di mata dunia dipandang sebagai negara yang berdaulat dan memiliki kekuatan;
  3. Perlindungan yaitu misi untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri;
  4. Negosiasi yaitu keahlian untuk bernegosiasi untuk menjalin hubungan kerjasama atau ketika mengatasi suatu konflik, dan;
  5. Pelaporan yaitu pelaporan kegiatan yang dilakukan kepada negara asal secara padat, singkat, dan jelas.

Melalui kelima hal tersebut, diplomat Indonesia dibentuk untuk mewakili Indonesia di kancah internasional. Kebayang kan kalau salah satu fungsi tersebut calon diplomat tidak mengerti, bagaimana jadinya?

 

Untuk menjalankan kelima fungsi pokok tersebut, seorang diplomat akan diatur penempatannya oleh Biro Kepegawaian Kemenlu. Penempatan diplomat di suatu negara diatur berdasarkan pasal 13 UUD 1945 yang menyatakan bahwa :

  1. Presiden mengangkat duta dan konsul;
  2. Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR, dan;
  3. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.

Menjadi seorang diplomat  dibutuhkan tekad yang kuat karena tahapan yang dilaluinya membutuhkan waktu yang lama. Misalnya nih teman mu usia 30 tahun sudah jadi manajer di perusahaan swasta internasional, sedangkan kamu baru ditahapan sekolah diplomat tingkat madya. Jauh banget kan perbedaannya antara berkarir di perusahaan swasta dan di Kemlu? Nah, buat kamu yang memiliki kepribadian serba cepat dan kreatif, bidang profesi seperti ini menantang diri mu banget loh. Jangan sampai ketika kamu sudah masuk ke sekolah diplomat, kamu merasa bosan dengan tahapan yang ada dan keluar begitu saja. Hal tersebut hanya menghabiskan waktu mu saja.

Think first what you want to do!

Aside

Belajar Seumur Hidup

Memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei tiap tahunnya, kali ini saya membahas pendidikan yang berkaitan dengan belajar seumur hidup bagi kita. Seringkali kita mendengar mengenai konsep belajar seumur hidup tapi terkadang  kita tidak mengetahui awal mula dari konsep ini.

cute-designer-workspace_1067-84.jpg
Source: Freepik.com
Konsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. Menurut John Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.
Menurut Gesit Riyanto, Guru Besar Pendidikan Thailand (Kompas, 2013) longlife learning merupakan alat untuk mengembangkan kualitas hidup manusia. Longlife learning memerlukan akses yang baik di semua kalangan, baik di kota maupun di luar kota. Keterlibatan pemerintah, swasta, dan lembaga nonprofit mutlak dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Oh ya, perlu kamu ketahui bahwa Indonesia memiliki dasar undang-undang pendidikan nasional,loh! Ternyata pendidikan nasional di Indonesia tidak  semata-mata membuat generasi penerus bangsa pintar, namun lebih dari itu. Tujuan pendidikan nasional tertera pada undang-undang pendidikan nasional nomor 20 tahun 2013 yang berbunyi bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Kemenag, 2014). Jadi pada hakikatnya seseorang itu baru dapat dikatakan menyelesaikan sebuah pendidikan bukan karena seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan yang paling tinggi tetapi pendidikan itu akan berakhir jika seseorang telah mencapai tingkat ketaqwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa dan telah mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.
Potensi yang dimiliki setiap individu harus diasah terus menerus dan individu tersebut tidak menyerah ataupun bosan untuk terus belajar. Sadarilah bahwa pengetahuan yang tiap diri individu miliki tidaklah sama dan masih banyak pengetahuan yang mungkin saja kita tak ketahui dari individu lainnya. Untuk itu, diperlukan pribadi tiap individu yang bersifat rendah diri dan ingin belajar dari siapapun tanpa melihat latar belakang individu lainnya. Selain itu, perlu ditanamkan paradigma di dalam pribadi individu masing-masing bahwa seiring berkembang pesatnya zaman pasti pengetahuan juga berkembang pesat pula.
Jika kita sebagai individu malas belajar maka membuat diri sendiri ketinggalan pengetahuan yang sedang berkembang, yang berakibat pada turunnya kualitas diri sendiri. Maka dari itu, yuk belajar!
Source:

 

Original Article:

Youngontop.com/kurniasjafei

Aside

Happy Earth Day!

Tanggal 22 April dijadikan peringatan hari bumi di seluruh dunia.

Diadakannya Hari Bumi yang diperingati merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.
Semakin berkembangnya era kapitalisasi saat ini membuat terjadinya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga. Kesadaran manusia cenderung menurun untuk menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan hidup. Manusia belum tersadarkan akan rusaknya lingkungan apabila ia belum merasakan sendiri dari ulahnya tersebut. Manusia saat ini lebih mementingkan kenikmatan hasil  yang akan didapatkan dari hasil eksploitasi alam. Namun, manusia tidak berpikir untuk tetap mencintai alam yang telah memberikan  kehidupan. Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab pemerintah ataupun sebuah perusahaan tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat bumi ini.
1cec258fe598dcbb96b639fd23ba3e7d.jpg