Jalan-Jalan ke Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Traveling ke suatu tempat enggak sah namanya kalau belum datang ke landmark kota tersebut. Nah, kebetulan traveling gue kemarin ke wilayah Jawa Tengah dan salah satu landmark wilayah tersebut yaitu Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

 

Halaman Masjid Agung Jateng
Halaman Masjid Agung Jawa Tengah. – dok.Pribadi

 

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan & pusat aktivitas syiar Islam. Perpaduaan arsitektur masjid terlihat unik dengan perpaduan Jawa, Roma dan Arab. Kamu bisa melihat arsitektur Arab di bagian dinding masjid yang bertuliskan kaligrafi. Kemudian, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah ada 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup otomatis layaknya payung di Masjid Nabawi, Madinah.

 

DSC_2392
Halaman Masjid Agung Jawa Tengah. – dok.Pribadi

 

Selain itu, di masjid ini terdapat Menara Asmaul Husna di pojok barat daya masjid yang bisa kamu kunjungi dengan membayar infaq sebesar Rp 7.500/orang. Dalam menara di bagi menjadi 4 lantai yaitu puncak, lantai 3, lantai 2 & 1. Di puncak, pengunjung bisa menikmati udara segar dan menikmati indahnya Semarang layaknya di puncak Monas. Setelah pengunjung menikmati keindahan Semarang, pengunjung bisa naik lift dan turun ke lantai 3. Di lantai 3 dan lantai 2 terdapat museum perkembangan islam di Indonesia. Di kedua lantai tersebut, pengunjung juga bisa melihat replika Menara Kudus loh. Museumnya memang tidak sebesar museum pada umumnya tapi worth it lah. Setelah itu,  pengunjung diharuskan menuruni tangga ke lantai 1 dan di lantai tersebut ada kantin & loket membeli tiket.

 

Nb:

Tiket untuk masuk ke masjid gratis kok kecuali untuk tarif parkir ya!

Advertisements

Pengalaman Nonton Kick Andy Langsung

Yeay, akhirnya menonton taping kick andy langsung di Grand Studio Metro TV. Saat saya mendapatkan kesempatan nonton tersebut, kebetulan temanya mengejar jodoh (hahaha sesuai banget kan ama umur saya yang lagi nyari jodoh :p) dengan pengisi tamu Ryan (pencetus nikah bareng di Jogja), Diany (penulis filosofi kue pancong), Abraham & Melisa (pasangan yang memenangkan cerita di bridestory untuk menikah di Bali 2016).

 

Diany & Mama
Foto Mama bersama Ibu Diany (Penulis Filosofi Kue Pancong) – dok. Pribadi

 

Taping di mulai pukul 19.00 WIB namun penonton dianjurkan hadir di stasiun Metro TV di lobby utama pukul 17.30,  registrasi ulang dengan membawa tiket/undangan menonton untuk mendapatkan tanda untuk mengambil snack dan penulisan nama untuk door prize. Selesai registrasi ulang, bagi penonton yang ingin menikmati snack dianjurkan untuk makan di tempat registrasi sebelum masuk ke studio. Sekitar pukul 18.20 WIB, penonton diizinkan untuk masuk ke studio Grand Metro Tv dan langsung disambut meriahnya alunan musik Band Selawas.

 

24796762_135056427209836_225330165395012138_n
Foto bersama Mas Andy F Noya – dok.Pribadi

 

Taping kali ini dibagi menjadi 6 sesi dengan tiap sesi diberikan break sekitar 1-2 menit. Oya, sebaiknya kamu ke toilet terlebih dahulu sebelum taping dimulai karena akan sulit untuk keluar dengan waktu yang terbatas. Taping selesai sekitar pukul 22.00 WIB dengan ditutup foto bersama Mas Andy F Noya.

 

Sok Tau Atau (Usaha) Tau?

Kebanyakkan orang zaman now selalu berusaha menjadi tau. Sebenarnya bagus sih keingintahuannya tapi yang membuat risih kadang orang zaman now yang sebenarnya belum tau tapi memaksakan seolah mereka tau tentang hal tersebut.

 

business-people-with-speech-bubbles_1325-25
Source: Freepik.com

 

Misalnya nih ya, banyak orang yang bilang “enak ya disana” atau “happy ya disana” pas kita lagi liburan. Atau ketika melihat update temennya di sosial media pas lagi jam kerja, pasti banyak orang bilang “update terus, kayanya engga ada tuh kerjaannya” atau “alah pantes update terus kerjaannya mah gampang”. Dan masih banyak lagi keingintahuan orang yang berujung jadi sok tau dan seperti menghakimi begitu saja.
Ngerasa gak sih? Kalo kita sering melakukan kesoktauan itu yang berakhir menjadi hubungan tidak mengenakkan dengan orang lain. Terlalu banyak orang zaman now yang seakan-akan menjadi peramal – menjadi serba tau – padahal mereka sebenarnya  belum tau apa yang terjadi dan apa yang sedang dilakukan seseorang dalam tiap aktivitas yang dilakukan.

Sepertinya pepatah yang mengatakan “don’t judge a book by its cover” tidak berlaku lagi di pergaulan zaman now. Saat ini tampak luar selalu menjadi penentu terlebih ketika semua manusia selalu merasa tak puas terhadap apa yang diraihnya. Ntah manusia yang mengubah zaman atau zaman yang telah menuntut manusia menjadi berubah. Dari hal sekecil apapun yang kita lakukan saat ini udah pasti dapat sorotan dari orang lain karena tanpa disadari atau tidak banyak orang yang sudah “nagih” untuk menjadi orang (usaha) serba tau. Dengan menjadi serba tau maka dianggap dia-lah manusia ter-update.

 

Nb:

Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun, hanya sebagai refleksi diri.

 

Eksis di Museum Instagramable Jakarta – Museum MACAN

Museum MACAN telah dibuka untuk publik tanggal 4 November 2017 lalu. Nama museum MACAN diperoleh dari singkatan Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara loh ya, bukan karena di museum ini ada hewan macan hahahaha.

 

Tiket Museum MACAN - dok.Pribadi
Tiket Museum MACAN – dok.Pribadi

 

Lokasi: Jalan Panjang No 5, Jakarta Barat
Harga Tiket: Rp.50.000 untuk umum dan Rp.40.000 untuk pelajar
Tiket bisa dibeli di website atau on the spot dengan waktu kunjungan dibatasi hanya selama 2 jam, jangan ngaret yaaa!

 

 

20171121_130119resize
Katalog Museum MACAN- dok.Pribadi

 

 

Museum ini terletak di kawasan Jakarta Barat dengan total luas 4.000 meter persegi yang didesain bergaya kontemporer. Saat saya berkunjung kesana pameran yang sedang berlangsung yaitu Art Turns, World Turns yang berarti seni berubah, dunia berubah. Dalam pameran kali ini menampilkan berbagai seni karya maestro Indonesia, salah satunya karya I Gusti Nyoman Lempad dengan kategori pameran Bumi, Kampung Halaman, Manusia.

 

DSC_1934OK
Salah Satu Tema Pameran di Museum MACAN – dok.Pribadi

 

Oiya, tempat ikonik foto disini yang kudu kamu harus coba yaitu infinity mirror room karya Yayoi Kusuma. Eits, buat foto disini kamu harus antri loh dan hanya diberi waktu 45detik untuk foto didalamnya. So, siapkan kamera mu ready saat antri jadi pas masuk tinggal cekrek deh!

 

1511314486399resize
Infinity Room – dok.Pribadi

 

Nb:
For more info about Museum MACAN, you can check on the website.

Generasi Nyinyir

Pernah di-nyinyirin sama teman sendiri? atau justru kamu yang nyinyirin teman sepergaulanmu? atau malah kamu dan teman sepergaulanmu itu nyinyirin artis di instagram karena dia update sama tas mewahnya? hahaha

a-group-of-people-discuss-icon-conference-vector-14177998
Source: vectorstock.com

Sebenarnya kehidupan yang ada di sosial media tidak menggambarkan kehidupan empunya sosmed secara keseluruhan loh. Kata British Psychology Society nih, melihat kehidupan orang dari luar sama aja kaya melihat akuarium yang tampak indah dari luar kaca tapi kalo dilihat lebih dalam maka tampak air keruh. Istilah lainnya, rumput tetangga selalu lebih hijau.

Kalo kamu suka nyinyirin keadaan orang lain yang kamu anggap lebih baik, sebenarnya kamu membuang energi dan waktu mu loh bahkan bisa membuat mu semakin leha-leha. Coba ditilik lagi deh alasan kamu nyinyirin orang, apa kamu iri atas keberhasilannya? atau kamu merasa sudah paling benar dibandingkan dia? Daripada nyinyirin orang yang engga ada ujungnya dan engga berfaedah pula untuk kehidupan mu sebaiknya kamu lihat orang tersebut dari sisi lainnya. Seperti bagaimana dia bisa berhasil mendapat piala emas atau gimana cara dia beli tas mewah di usianya yang masih muda. Pasti di balik hal tersebut ada kisah perjuangan yang orang tersebut lakukan tanpa orang lain tau sekalipun. Kuy lah, jangan jadi generasi nyinyir yang cuma komen aja tapi juga melakukan action!

Nah, buat kamu yang jadi korbannya jangan merasa bersalah atas prestasi kamu raih terus kamu dijadikan bahan nyinyiran. Anggap saja hal tersebut angin lalu. Terkadang orang nyinyir itu karena merasa tak mampu untuk mendapatkan prestasi yang kamu raih sehingga ketika kamu berhasil meraihnya, mereka menjadi engga nyaman hidupnya. Merasa ada saingannya gitu. Kamu pantas mendapatkan apa yang kamu raih atas keringat mu sendiri kok!

 

Pengalaman Pertama Menginap di Airy Room Cirebon

Sudah pernah menginap di Airy Room Cirebon? Saya belum pernah sama sekali menginap di Airy Room manapun hingga ketika saya memutuskan berpergian ke Cirebon saat Idul Adha 2017 lalu karena penasaran dengan keindahan kota yang disebut kota udang tersebut. Karena dadakan, saya memutuskan mencari penginapan yang pas dikantong namun tetap nyaman. Ketika googling, saya menemukan bahwa Airy Room menawarkan penginapan sesuai dengan budget ekonomis dengan kenyamanan menjadi prioritasnya. Sehingga saya putuskan untuk memesan penginapan di Airy Room Cirebon melalui aplikasi. Fyi, Airy Room bekerja sama dengan hotel maupun guest house untuk penginapan. Nah, secara spesifik kemarin saat mencari penginapan saya memasukan “Cirebon Super Block Mall dan Stasiun Kereta Api Cirebon” saat mencari lokasi dan klik tombol search. Hingga akhirnya Airy Room menampilkan beberapa pilihan dan saya memilih lokasi yang terdekat dengan kedua lokasi tersebut yaitu Airy Room My Residence dengan harga kamar standar double kurang lebih Rp.190ribu-an.

Lokasi Penginapan

Airy Room My Residence terletak di  Jalan Garuda  No.20, Pekiringan, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45131. Lokasinya tidak berjauhan dengan Cirebon Super Block Mall yang berjarak 1,2 km dengan waktu tempuh sekitar 3-5 menit apabila berpergian dengan berjalan kaki.

The Room

Seorang staff menyambut saya ketika sampai di depan Airy Room My Residence. Ia mengetahui kedatangan saya karena setiap harinya, staff Airy Room sudah mendapatkan sebuah kertas yang berisi list siapa saja tamu yang akan check in di tempat mereka. Ketika check in, saya diminta menunjukkan KTP asli dan memberikan deposit kunci sebesar Rp.50.000 (yang akan dikembalikan saat check out). Lalu, tibalah saya di kamar Airy Room My Residence. Ternyata walaupun dengan harga ekonomis, Airy Room mengutamakan kenyamanan tamu sehingga para tamu yang menginap disuguhkan snack dan minuman gratis yang akan diberikan setiap hari selama kamu menginap, peralatan mandi berupa sabun dan semacamnya yang dimasukkan di dalam pounch Airy Room (boleh dibawa pulang loh!) termasuk handuk dan bantal segi empat Airy Room (yang ini engga boleh dibawa pulang ya). Ditambah ada akses wifi gratis, tv dan AC yang membuat kita menjadi tambah nyaman. Selain itu, pelayanannya juga ramah 😀

Tetapi karena memang budget ekonomis, maka untuk sarapan pagi kamu tidak mendapatkannya dan harus mencari sarapan sendiri. Selain itu, apabila kamu butuh air panas untuk menyeduh teh atau kopi, saya sarankan kamu membawa teko listrik kecil sehingga kamu bisa memasak air seukuran untuk menyeduh minuman hangat. Tidak perlu repot keluar untuk mencari air panas atau membeli minuman hangat. Overall, saya senang menginap di Airy Room Cirebon My Residence.

Fyi, Airy Room terbagi menjadi dua jenis kamar yaitu Airy Room Syariah yang mengharuskan konsep perhotelan dengan kaidah syariah dan Airy Room yang tidak menggunakan konsep syariah. Untuk Airy Room Cirebon My Residence termasuk kategori Airy Room Syariah.