Attitude is number ONE!

Young On Top National Conference 2017 telah digelar pada tanggal 12 Agustus lalu. Sesi pembuka YOTNC 2017 diisi oleh Yuliandre Darwis (Ketua Komisi Penyiaran Indonesia), Salman Subakat (CMO Wardah) dan Ongki Kurniawan (CEO Line Indonesia). Ketiganya mencapai sukses karir di usia muda dan membuktikan usia muda bukanlah suatu halangan untuk sukses.

DHNSVBtV0AAais0
Penampilan Yuliandre Darwis, Salman Subakat, Ongki Kurniawan di atas Panggung YOTNC 2017 Dipandu oleh Billy Boen. – dok. Twitter @yuliandredarwis

Yuliandre Darwis

Yuliandre merupakan lulusan komunikasi dan saat ini sedang menjabat menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019. Yuliandre meraih gelar doktornya saat ia berusia ke-30 tahun. Sebagai anak muda yang menjadi sosok pemimpin di KPI, Yuliandre menyatakan bahwa kita sebagai pemimpin harus menjadi sosok pendengar, apapun latar belakangnya. Selain itu, kita harus percaya diri bahwa kita bisa untuk menjadi sosok pemimpin dan yakinlah untuk tidak berburuk sangka dengan apapun yang terjadi. Yuliandre pun berpesan untuk peserta agar giat bersilaturahmi untuk mempererat persaudaraan. Bagi Yuliandre, pintar dapat diasah dengan membaca dan belajar sedangkan attitude apabila rusak maka akan hancur semuanya. Attitude harus dijadikan karakter yang melekat bagi individu.

Salman Subakat

Salman merupakan seorang anak Owner Wardah dan sosok yang membesarkan produk Wardah hingga saat ini. Baginya, bekerja di sebuah perusahaan keluarga merupakan suatu tindakan”giving back” kepada karyawan yang telah bekerja di perusahaan tersebut saat ia menempuh pendidikan. Salman pun menjelaskan bahwa attitude merupakan hal penting dan patut diperhatikan ketika memilih calon karyawan. Attitude pun berkaitan dengan reputasi seseorang ke depannya, apabila attitude orang tersebut akan dipastikan reputasi orang tersebut jelek ke depannya.

Ongki Kurniawan 

Sebelum menjabat menjadi CEO Line Indonesia, ia pernah menjabat menjadi Direktur PT XL Axiata. Baginya, untuk mencapai level direktur perlu experience yang cukup lama dan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan untuk memimpin. Agar mendapatkan kepercayaan tersebut, sejak kecil ia sudah diajarkan nilai integritas.  Selain itu, Ongki menyatakan attitude is number one. Ketika Ongki menginterview calon karyawan maka ia akan melihat apakah calon karyawan tersebut pernah mengalami sesuatu kegagalan atau tidak, baginya apabila calon karyawan pernah mengalami hal tersebut dan berhasil menanggulanginya maka calon karyawan tersebut mempunyai bibit untuk tetap “survive” apabila mengalami suatu masalah. Yang terpenting “how you recover fast from that”.

 

Wishnutama Bercerita Dibalik Kesuksesannya

Young On Top National Conference 2017 kembali diadakan pada 12 Agustus 2017 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta. Terdapat sejumlah pembicara yang hadir, salah satunya Wishnutama, CEO Net Mediatama. Sesi Wishnutama sangat dinanti-nanti oleh para peserta dan penampilannya menjadi sesi penutup dari YOTNC 2017.

dhbo8p9vwaaj4mr
dok. Wishnutama Instagram

Wishnutama mengawali sesi dengan menyatakan bahwa ketika mendirikan Net awalnya ia belum tahu mau mendirikan apa setelah resign dari Trans Tv. Menurutnya, apabila dalam suatu posisi kita merasa nyaman, maka hal tersebut bahaya karena akan membuat diri kita tidak inovatif. Sehingga ia pun memutuskan untuk membuat sesuatu dari awal. Setelah resign, ia pun berpikir untuk mendirikan sesuatu mulai dari kecil salah satunya restoran dan hingga saat ini restoran tersebut berkembang pesat. Kemudian, ia sempat mendirikan production house dan pada akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mendirikan Net Tv. “Kalau sudah membuat sesuatu hebat, maka kita harus melihat ke atas. Ada yang lebih bagus dari kita dan membuat kita jadi tidak sombong serta tidak lupa diri sehingga kita terus belajar dan berkembang“, tuturnya.

Kalau sudah membuat sesuatu hebat, maka kita harus melihat ke atas. Ada yang lebih bagus dari kita dan membuat kita jadi tidak sombong serta tidak lupa diri sehingga kita terus belajar dan berkembang. – Wishnutama

Mas Billy Boen, sebagai host sesi Wishnutama mengatakan bahwa ketika Wishnutama memutuskan resign lima tahun lalu, ia menyiapkan waktu untuk bertemu orang-orang hebat di Amerika Serikat seperti bertemu dengan Presiden FoxCrab. Bagi Wishnutama, kegiatan tersebut dilakukan untuk mencari inspirasi. Inspirasi tersebutlah yang menjadikan Net berdiri dengan mimpi yang sama dan tim Net tidak pernah lelah untuk mewujudkan mimpi mereka bersama, hal ini dikarenakan tim Net yang memiliki mimpi yang sama.

WhatsApp Image 2017-08-14 at 15.00.22
Wishnutama di YOTNC 2017. – dok.Pribadi

Wishnutama pun juga menyatakan untuk meraih kesuksesan melewati jalan yang tidak mulus. Ia pun menerapkan pepatah yang menyatakan “Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali“. Baginya, apabila kamu gagal di suatu hal maka cobalah untuk membuatnya atau mencobanya lagi. Kuncinya untuk meraih sukses yaitu jangan pernah menyerah dan apabila ingin naik kelas (dalam arti sukses) maka harus lulus ujian. Namun, ketika mencoba lagi pastikan dengan cara atau metode yang berbeda dari sebelumnya. Kalau metodenya sama saja ya sudah pasti hasilnya juga sama aja dan hal tersebut hanya membuang-buang waktu. So, pastikan kamu memiliki berbagai metode untuk meraih mimpimu ya!

 

 

Hidup Relawan (Meski Sudah Kerja?)

“Kenapa sih udah kerja, masih aja sibuk volunteer-an?”

“Kurang kerjaan yah lo”

“Engga capek apa? Udah kerja, volunteer-an sana sini, untungnya apa?”

Well, pertanyaan seperti diatas sering saya alami ketika menjadi volunteer di berbagai acara. Sebenarnya motivasi saya mengikuti berbagai volunteer walaupun udah kerja karena saya merasa volunteer merupakan kegiatan yang baik untuk mengisi waktu luang dibandingkan harus tidur terus menerus. Coba deh di hitung kalau kamu rata-rata tidur 8jam/hari, terus dikalikan selama setahun yaitu 365 hari hasilnya 2.920 jam waktu yang dihabiskan hanya untuk tidur selama setahun. Kalau waktu tersebut hanya digunakan untuk tidur, rasanya sayang banget. Jadi, lebih baik digunakan untuk hal produktif walaupun tidur sebenarnya tetap diperlukan loh ya!

volunteer
Source: thecanbycenter.org

 

Selain itu, volunteer membuat diri saya bisa berkenalan dari berbagai background berbeda bahkan bisa berkenalan dengan orang penting di Indonesia seperti Ibu Wianda Puspanegara (Vice President Corporate Communication Pertamina) dan Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan Republik Indonesia). Bahkan, saat menjadi volunteer kamu bisa menemukan teman-teman ajaibmu disana dari mulai ajaib karena hobinya yang anti-mainstream sampai cita-citanya yang terkadang menurut saya tidak masuk akal. Dan semua hal tersebut membuat saya senang menjalaninya.

47c5041f2c17267238282a7dfd0079e9-change-the-world-quotes-arrow-quote
Source: Pinterest

Last but not least, alasan saya kenapa masih mau aja menjadi volunteer yaitu kegiatan volunteer membuat rasa lelah saya saat bekerja itu hilang dan menjadi tambah semangat untuk mengukir cita-cita. Lah kok bisa? Yah bisa lah, dari kegiatan volunteer tersebut pasti kan berkenalan dengan volunteer lainnya yang punya mimpi dan prestasi berbeda-beda dan kami tidak sungkan untuk saling berbagi tips untuk mencapai mimpi kami masing-masing bahkan tidak jarang dari kegiatan volunteer tersebut menjadi teman akrab yang saling mengsupport. Wah asyik banget kan? Yap! Tapi semua itu hanya bisa kamu jalani dengan membagi waktu mu antara bekerja, volunteer sama belajar untuk mencapai mimpi. Jangan karena senang volunteer, jadi lupa tanggung jawab mu yang lain. Hihi.

Cheers,

See you on top!

 

Supermentor 20 Pecah!

Supermentor ke-20 kembali digelar pada Selasa, 25 Juli 2017 di Djakarta Theater  atas kerjasama Foreign Policy Community Indonesia dengan Bank Dunia dan Pemerintah Australia dengan mengangkat tema Indonesia Great Prosperity Head: Will It Happen? Will It Be Yours?. Terdapat empat pembicara hebat di Supermentor20 yaitu Dino Patti Djalal sebagai Founder Foreign Policy Community Indonesia dan Supermentor, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia,  Dr Jim Yong Kim sebagai Presiden Bank Dunia dan Maudy Ayunda sebagai Global Shaper World Economic Forum.

WhatsApp Image 2017-07-26 at 17.59.42
Ki-Ka: Dino Patti Djalal, Maudy Ayunda, Sri Mulyani dan Dr Jim Yong Kim – dok.Supermentor20

Dino Patti Djalal

Indonesia’s golden and best prosperity?” or The great prosperity?

merupakan kalimat awal pembuka sesi Supermentor 20 oleh Dino Patti Djalal. Baginya, Indonesia saat ini menjadi anggota G20 dengan perekonomian terbesar dunia dan berpenduduk lebih dari 200 juta orang memiliki peluang untuk menjadi negara lebih baik, Namun, perjalanan untuk mencapainya tidak semulus yang kita kirakan. Harus terdapat proses yang berliku-liku untuk mencapainya. “Nothing is linear”, ujar Dino. Dino pun mengingatkan kalau kita tidak bisa menjadi handal di semua bidang, untuk itu pilih salah satu bidang yang kamu sukai dan kamu dapatkan andalkan.

“Greatness: Cannot be great, Pick your niche!” – Dinno Patti Djalal

Sri Mulyani

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia tampil memukau dihadapan ratusan penonton yang datang. Sri Mulyani membuka sesinya dengan memamerkan perjalanannya ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. “Kemarin saya baru ke Flores, Labuan Bajo. Udah ada yang liat foto saya di instagram gak? Wah kalau ketawa pasti sudah lihat“, tuturnya. Dari pengalamannya di Flores, Labuan Bajo beliau menceritakan betapa pentingnya APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk kemajuan suatu negara, salah satunya untuk membangun infrastruktur di daerah. Namun, fungsi pentingnya APBN belum banyak disadari oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat bahwa masyarakat masih rendah untuk bayar pajak, padahal pajak merupakan sumber untuk APBN dan apabila masyarakat yang bayar pajak rendah akan berdampak pada pengalokasian APBN dalam membangun infrastruktur dan semacamnya. Untuk itu, Sri Mulyani mengingatkan penonton untuk  melaporkan pajaknya ke Dirjen Pajak agar bisa terdata.

WhatsApp Image 2017-07-26 at 09.09.01
Sri Mulyani di Supermentor20 – Dok.Pribadi

Dalam sesi penutupan, Sri Mulyani mengingatkan “Jangan pernah bangga nyanyi Indonesia Raya, kalau kamu engga punya NPWP. Saya sih engga bilang tidak boleh menyanyikan Indonesia Raya karena itu hak asasi, cuma engga pantes aja“, tuturnya.

“It’s not about how much money you have, it’s about how you spend it” – Sri Mulyani.

WhatsApp Image 2017-07-26 at 09.09.01 (1).jpeg
Foto Bersama Sri Mulyani – dok. Pribadi

Dr Jim Yong Kim

WhatsApp Image 2017-07-26 at 15.57.19.jpeg
Dr Jim Yong Kim di Supermentor 20 – dok.Supermentor

Kemudian, sesi selanjutnya merupakan kesempatan bagi Presiden Bank Dunia, Dr Jim Yong Kim. Dr Jim menyatakan pentingnya investasi pembangunan sumber daya manusia pada anak usia dini untuk mengurangi ketidaksetaraan, meningkatkan pertumbuhan di masa depan dan kemakmuran. Menurutnya, anak yang sehat dan bahagia akan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Maudy Ayunda

Maudy mengangkat peran anak muda bagi kemajuan suatu negara. Menurutnya, terdapat tiga peran anak muda. Pertama, our role for ourself yang berarti kita sebagai anak muda harus berani bermimpi dan bukan hanya mengejar bermimpi tapi membuat bermimpi. Kedua, kita memiliki peran sebagai calon orang tua. Kita bertanggung jawab untuk anak-anak kita nanti dan kita memiliki kewajiban untuk menyebarkan manfaat ke komunitas lingkungan sekitar. Ketiga, peran sebagai warga negara aktif dengan cara dua hal yaitu memantau kebijakan pemerintah dan memberikan kontribusi dengan membayar pajak.  Baginya, Knowledge harus diiriingi mindset dan diakhiri dengan consistent action. Maudy menutup sesi Supermentor 20 dengan mengajak penonton deklarasi bersama “kami anak muda Indonesia akan bermimpi, akan berbuat untuk negaranya dan akan peduli satu sama lain.

WhatsApp Image 2017-07-26 at 18.00.28
Maudy Ayunda di Supermentor 20 – dok. Instagram Maudy Ayunda

“We know what we know, we know what can we do.” – Maudy Ayunda.

Nb:

You can watch re-run supermentor20 on here

 

 

 

Selamat Ulang Tahun Jakarta!

Hari ini Jakarta berulang tahun ke-490 loh!

enjoy_jakarta.png
Source: http://pelatihankepariwisataan.info

Sejarah Jakarta

Dikutip dari website Pemrov Jakarta, Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam.  Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527.

Jakarta Kini

Jakarta saat ini memiliki berbagai perkembangan pesat yang menjadikannya primadona. Berbagai daya tarik yang dimiliki Jakarta membuat masyarakat Indonesia ingin bertarung nasibnya di Ibukota. Hal ini sesuai dengan komentar dari Maman Suherman yang dikutip dari viva.co.id yaitu “sepanjang 75% peredaran uang ada di Jakarta, sepanjang ekspansi perbankan 80% di Jakarta, sepanjang ekspansi daerah juga masih di Jakarta, ya Jakarta masih menjadi magnet,” tutur pengamat sosial Maman Suherman.

Dirgahayu Jakarta Ke-490.jpg
Dok. Pribadi

Fenomena Buka Bersama

Tanpa terasa, bulan Ramadan telah tiba. Baru awal puasa namun ajakan untuk berbuka puasa bersama sudah membanjiri setiap chat di grup. Tiap tahun, sepertinya kegiatan tersebut menjadi tren dengan semakin banyaknya perkumpulan, perusahaan atau organisasi yang semakin banyak mengadakan buka bersama.

Buka bersama-01_0.jpg
Source: Pikiran-rakyat.com

Kedatangan Ramadan  yang seharusnya dapat dijadikan momen berhemat. Nyatanya, justru kebalikannya. Entah kenapa, Ramadan membuat orang-orang jadi terlalu bersemangat untuk berbuka atau makan malam bersama di luar. Sebenarnya, sah-sah saja apabila ingin buka bersama terlebih dengan teman yang jarang bertemu namun  menjadi terkesan “berat” apabila lokasi buka bersama yang jauh ataupun pemilihan tempat makan yang biayanya diatas rata-rata dengan alasan tempatnya bagus kalau difoto atau istilah kekiniannya instagram-able.  Apabila penekanan buka bersama fokus pada acara makan bersama, silaturahmi dan foto-foto sebenarnya hal tersebut dapat dicapai dengan membawa makanan yang dimasak sendiri ataupun membeli makanan di warung dan berkumpul di salah satu rumah teman yang memang cukup ruang untuk acara buka bersama, tidak perlu berkumpul di food court maupun restoran. Lebih simple bukan? Tidak mengharuskan kamu untuk pusing memikirkan reservasi tempat, menghitung budget untuk makan dan pajak  yang akan dikenakan apabila di restoran.

16c7f7cc-e640-4b24-b6e4-a5902dadf7ed-original

Coba kamu hitung deh berapa biaya yang kamu habiskan untuk sekali buka bersama, rata-rata akan menghabiskan diatas Rp.50.000 apalagi kalau kamu memilih tempat buka bersama yang hedon. Nah, bayangkan deh apabila kamu tergabung ke berbagai club atau komunitas. Harus berapa kali kah kamu berbuka bersama di luar? Berapa biaya yang kamu habiskan? Biaya yang lumayan besar itu bisa loh kamu alokasikan untuk kebutuhan mu di masa mendatang.  Kamu juga perlu mengingat kalau tidak semua orang hidup dalam kelebihan materi. Kamu harus realistis dan penuh empati. Lihatlah ke bawah, bukan lihat ke atas.

Yuk bijak menerima tawaran buka bersama!