Sok Tau Atau (Usaha) Tau?

Kebanyakkan orang zaman now selalu berusaha menjadi tau. Sebenarnya bagus sih keingintahuannya tapi yang membuat risih kadang orang zaman now yang sebenarnya belum tau tapi memaksakan seolah mereka tau tentang hal tersebut.

 

business-people-with-speech-bubbles_1325-25
Source: Freepik.com

 

Misalnya nih ya, banyak orang yang bilang “enak ya disana” atau “happy ya disana” pas kita lagi liburan. Atau ketika melihat update temennya di sosial media pas lagi jam kerja, pasti banyak orang bilang “update terus, kayanya engga ada tuh kerjaannya” atau “alah pantes update terus kerjaannya mah gampang”. Dan masih banyak lagi keingintahuan orang yang berujung jadi sok tau dan seperti menghakimi begitu saja.
Ngerasa gak sih? Kalo kita sering melakukan kesoktauan itu yang berakhir menjadi hubungan tidak mengenakkan dengan orang lain. Terlalu banyak orang zaman now yang seakan-akan menjadi peramal – menjadi serba tau – padahal mereka sebenarnya  belum tau apa yang terjadi dan apa yang sedang dilakukan seseorang dalam tiap aktivitas yang dilakukan.

Sepertinya pepatah yang mengatakan “don’t judge a book by its cover” tidak berlaku lagi di pergaulan zaman now. Saat ini tampak luar selalu menjadi penentu terlebih ketika semua manusia selalu merasa tak puas terhadap apa yang diraihnya. Ntah manusia yang mengubah zaman atau zaman yang telah menuntut manusia menjadi berubah. Dari hal sekecil apapun yang kita lakukan saat ini udah pasti dapat sorotan dari orang lain karena tanpa disadari atau tidak banyak orang yang sudah “nagih” untuk menjadi orang (usaha) serba tau. Dengan menjadi serba tau maka dianggap dia-lah manusia ter-update.

 

Nb:

Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun, hanya sebagai refleksi diri.

 

Advertisements

Sengaja Menghilang

Pernah gak ngalamin orang yang sengaja menghilang gitu di hidup kita? Atau kalian sendiri pun pernah jadi pelaku menghilang seperti itu? Well, sebenarnya sih hak kalian mau menghilang atau gimana tapi yang pasti perilaku mu itu bisa membuat orang jengkel loh, apalagi dalam hubungan antar lawan jenis.

Ada berbagai alasan orang tiba-tiba menghilang, mulai dari emang beneran sibuk sampai alasan yang dicari-cari padahal mah engga sibuk-sibuk banget. Gue pernah denger kalimat populer yang mengatakan kalo tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa melupakan orang terkasihnya, sekalipun dia sibuk pasti meluangkan waktunya untuk memberi kabar. Gue setuju nih ama kalimat tersebut, karena emang pada dasarnya manusia apalagi di era online saat ini engga mungkin deh bisa jauh-jauh dari gadget sekalipun dia sibuk. Jadi, pasti ada beberapa menit yang disediakan untuk dia menghubungi orang terkasihnya kalo memang dia niat. Kalo engga niat gimana? Yaudah dia ga bakal hubungin sekalipun dia engga sibuk.

 

CbZ6z5cUEAA9BDG.jpg
Source: pbs.twimg.com

 

Poinnya yang mau gue tekankan disini yaitu jangan sengaja menghilang untuk dicari. Iya kalo dicari sama orang terkasih, kalo malah dia udah jengkel sama kelakuanmu, ujungnya membuat dia lelah dan memutuskan mengakhiri apa yang sudah diperjuangkan gimana? Sungguh sia-sia perjuangan mu selama ini berarti kan? Makanya daripada sia-sia, mending gausah menghilang. Kalopun ada masalah, ya ceritakan baik-baik toh. Kalopun pengen punya waktu me-time, yasudah komunikasikan saja dengan pasanganmu agar dia tidak khawatir. Semua hal itu bisa dikomunikasikan. Awalnya kehancuran suatu hubungan ya karena komunikasi tidak lancar bahkan ada yang dipendem sendiri dengan alasan tidak enak dengan pasangan. Komunikasi itu kunci keberhasilan suatu hubungan, loh!

Komunikasi itu kunci keberhasilan suatu hubungan, loh!

Sudahkah Kamu Menjadi Pembaca Yang Baik?

Semakin pesatnya era internet membuat semakin mudahnya kita untuk mencari suatu informasi. Dengan banjirnya informasi kita perlu selektif untuk memahami bacaan tersebut sehingga tidak multitafsir, namun masih banyak dari kita yang memahami bacaan setengah-setengah sehingga terkadang timbul pertanyaan dari bahan bacaan tersebut. Nah, biasanya nih banyak orang yang langsung nanya di grup tentang informasi yang multitafsir tersebut sehingga jadi heboh. Kalopun engga nanya di grup, pasti orang itu akan bertanya ke seseorang lah yang nantinya seseorang tersebut juga gatau maksudnya seperti apa hingga akhirnya nanya ke orang lain hingga begitu seterusnya, Ntah si orang itu yang baca-bacanya tidak dicerna baik-baik atau informasinya yang tidak tertulis dengan sejelas-jelasnya cukup membuat suatu grup heboh engga karuan. Pernah gak kamu ngalamin kejadian kaya gitu? Udah gitu, pas dikasih tau informasinya eh orang tersebut ngotot pula kalau informasinya tidak seperti itu hahaha. Haduh.

 

be-a-reader-antoni-ludfi-arifin
Source: http://bukuonlinestore.com

 

Sebenarnya buat jadi pembaca yang baik itu engga sulit loh. Kita hanya perlu membiasakan membaca informasi secara teliti dan tenang biar dapat inti dari informasi tersebut apa. Kalaupun emang ada informasi yang tidak ada dibacaan tersebut, sebaiknya kamu nanya langsung ke penulis informasi tersebut. Jangan membuat kehebohan di grup dengan hanya setengah informasi yang kamu dapatkan sedangkan informasi setengahnya lagi kamu enggak tau sama sekali. Ini nih yang sering kejadian di kehidupan grup whatsapp ataupun line anak zaman now. Baru tau info sedikit langsung share ke sosial medianya padahal belum tau info itupun valid atau engga. Kalaupun ujungnya memang valid, sebaiknya kamu research kecil-kecilan dulu dengan googling apakah informasi tersebut benar adanya melalui website resmi pemerintah ataupun media online saat ini. Jangan yang kamu share info dari blog semata karena infonya tidak sevalid dua website sebelumnya. Tapi, kalau kamu ragu dengan validnya info tersebut yasudah tidak perlu share ke sosial media lainnya karena hanya akan memancing kehebohan di kolam lainnya dan akan membuat orang terprovokasi akan informasi tersebut.

Kuy, biasakan diri menjadi pembaca yang baik! Jangan cuma bisa protes karena ongkos transportasi naik atas imbas harga BBM subsidi yang dicabut HEHE.

Generasi Nyinyir

Pernah di-nyinyirin sama teman sendiri? atau justru kamu yang nyinyirin teman sepergaulanmu? atau malah kamu dan teman sepergaulanmu itu nyinyirin artis di instagram karena dia update sama tas mewahnya? hahaha

a-group-of-people-discuss-icon-conference-vector-14177998
Source: vectorstock.com

Sebenarnya kehidupan yang ada di sosial media tidak menggambarkan kehidupan empunya sosmed secara keseluruhan loh. Kata British Psychology Society nih, melihat kehidupan orang dari luar sama aja kaya melihat akuarium yang tampak indah dari luar kaca tapi kalo dilihat lebih dalam maka tampak air keruh. Istilah lainnya, rumput tetangga selalu lebih hijau.

Kalo kamu suka nyinyirin keadaan orang lain yang kamu anggap lebih baik, sebenarnya kamu membuang energi dan waktu mu loh bahkan bisa membuat mu semakin leha-leha. Coba ditilik lagi deh alasan kamu nyinyirin orang, apa kamu iri atas keberhasilannya? atau kamu merasa sudah paling benar dibandingkan dia? Daripada nyinyirin orang yang engga ada ujungnya dan engga berfaedah pula untuk kehidupan mu sebaiknya kamu lihat orang tersebut dari sisi lainnya. Seperti bagaimana dia bisa berhasil mendapat piala emas atau gimana cara dia beli tas mewah di usianya yang masih muda. Pasti di balik hal tersebut ada kisah perjuangan yang orang tersebut lakukan tanpa orang lain tau sekalipun. Kuy lah, jangan jadi generasi nyinyir yang cuma komen aja tapi juga melakukan action!

Nah, buat kamu yang jadi korbannya jangan merasa bersalah atas prestasi kamu raih terus kamu dijadikan bahan nyinyiran. Anggap saja hal tersebut angin lalu. Terkadang orang nyinyir itu karena merasa tak mampu untuk mendapatkan prestasi yang kamu raih sehingga ketika kamu berhasil meraihnya, mereka menjadi engga nyaman hidupnya. Merasa ada saingannya gitu. Kamu pantas mendapatkan apa yang kamu raih atas keringat mu sendiri kok!

 

40 Kunci Sukses di Usia Muda oleh Billy Boen

Buku Young on Top New Edition: 40 Kunci Sukses di Usia Muda oleh Mas Billy Boen telah terbit pada pertengahan 2017. Seiring dengan  perjalanan hidup yang dilalui maka Mas Billy merevisi bukunya dari semula 35 kunci sukses menjadi 40 kunci sukses. Mas BB begitu sapaannya, membagi tujuh bab buku YOT New Edition dengan berbagai sub-bab yang perlu dipahami pembaca. Seperti bab 1 mengenai who you are, maka sub babnya terdiri dari berbagai cara mengetahui diri kita sebenarnya misalnya dengan mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup mu atau dalam bahasa inggris disebut find your purpose in life.

This slideshow requires JavaScript.

Seperti buku sebelumnya, di buku YOT New Editon: 40 Kunci Sukses di Usia Muda Mas Billy memberikan berbagai kutipan-kutipan dari sosok yang menginspirasi dan membuat pembaca segera melakukan tindakan nyata untuk merealisasikan suksesnya. Di bagian akhir buku, tak lupa Mas BB memberikan daftar buku rekomendasi yang bisa kita baca untuk tetap semangat dalam mengejar sukses.

So, buat kamu yang belum baca buku YOT New Editon: 40 Kunci Sukses di Usia Muda kuy buruan beli, engga ada ruginya kok. Setelah membaca buku, membuat mu tau mau ngapain setelah ini dan bagaimana cara meningkatkan kualitas diri. Kamu bisa membelinya di toko buku terdekat di kota mu.

 

 

Pengalaman Interview di Liputan6

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan panggilan interview di Liputan6 sebagai editor litbang. Dalam tahapan rekrutmen di Liputan6 yang saya lalui yaitu tahapan interview oleh managing editor dua kali yaitu Mba Shinta dan Mba Irna G, lalu interview dengan pemimpin redaksi. Selain itu, ada beberapa tes yang harus dijalani seiring dengan interview tersebut, seperti membuat berita dalam waktu kurang 10 menit dan disertai alasan kenapa kita membuat berita tersebut.

interview12
Source: thinglink.com

Jarak antara satu tes dengan tes berikutnya cukup lama, kisaran 1-2 minggu dan untuk segala tahapan tes juga cukup lama waktunya jadi siapkan sebaik-baiknya diri mu ya. Sebaiknya tidak datang dengan waktu pas-pasan karena kamu perlu menukarkan IDCard mu di resepsionis dengan kartu pengenal tamu gedung dan kamu perlu mengantri di lift. Sukses buat kamu yang akan interview!