Traveling Hits di Kampung Pelangi Semarang

Saat ini Semarang punya destinasi wisata hits dan instagramable kalau kata anak zaman now. Destinasi wisata tersebut yaitu Kampung Pelangi, terletak di tengah kota Semarang yang berdekatan dengan Tugu Muda / Lawang Sewu. Kalau lo sedang berkunjung ke Lawang Sewu / Kawasan Tugu Muda, jangan lewatkan destinasi kampung warna warni ini. Untuk berkunjung ke kawasan Kampung Pelangi tidak dikenakan biaya alias gratis kecuali untuk foto di beberapa spot yang memang dikelola warga setempat.

 

DSC_2780__1515396992_202.61.96.162
Gerbang Masuk Kampung Pelangi. – dok.Pribadi

 

Kampung pelangi sebenarnya itu perkampungan padat penduduk dengan rumah berhimpitan satu sama lain. Keunikan destinasi wisata ini yaitu terletak dari semua tembok di kampung ini di cat dengan warna warni yang menarik perhatian serta di beri gambar yang menarik pula untuk pengunjung berfoto.

Anak Tangga di Kampung Pelangi. - dok.Pribadi

 

DSC_2748__1515396938_202.61.96.162
Tangga di Kampung Pelangi. – dok.Pribadi

 

Tak ketinggalan, di perkampungan ini terdapat tangga yang bisa mencapai puncak dan di atasnya terdapat makam. Tangga tersebut di cat warna warni sehingga menarik pengunjung untuk berfoto. Setelah menaiki anak tangga yang begitu banyak, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan kota Semarang dari ketinggian dan menikmati sunset di sore hari.

 

DSC_2733__1515396859_202.61.96.162
Pemandangan dari Puncak Kampung Pelangi. – dok.Pribadi

 

Nb:

Disarankan berkunjung dengan menggunakan sepatu flat/sandal agar mudah mendaki tangga yang begitu banyak.

Advertisements

Jalan-Jalan ke Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Traveling ke suatu tempat enggak sah namanya kalau belum datang ke landmark kota tersebut. Nah, kebetulan traveling gue kemarin ke wilayah Jawa Tengah dan salah satu landmark wilayah tersebut yaitu Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

 

Halaman Masjid Agung Jateng
Halaman Masjid Agung Jawa Tengah. – dok.Pribadi

 

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan & pusat aktivitas syiar Islam. Perpaduaan arsitektur masjid terlihat unik dengan perpaduan Jawa, Roma dan Arab. Kamu bisa melihat arsitektur Arab di bagian dinding masjid yang bertuliskan kaligrafi. Kemudian, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah ada 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup otomatis layaknya payung di Masjid Nabawi, Madinah.

 

DSC_2392
Halaman Masjid Agung Jawa Tengah. – dok.Pribadi

 

Selain itu, di masjid ini terdapat Menara Asmaul Husna di pojok barat daya masjid yang bisa kamu kunjungi dengan membayar infaq sebesar Rp 7.500/orang. Dalam menara di bagi menjadi 4 lantai yaitu puncak, lantai 3, lantai 2 & 1. Di puncak, pengunjung bisa menikmati udara segar dan menikmati indahnya Semarang layaknya di puncak Monas. Setelah pengunjung menikmati keindahan Semarang, pengunjung bisa naik lift dan turun ke lantai 3. Di lantai 3 dan lantai 2 terdapat museum perkembangan islam di Indonesia. Di kedua lantai tersebut, pengunjung juga bisa melihat replika Menara Kudus loh. Museumnya memang tidak sebesar museum pada umumnya tapi worth it lah. Setelah itu,  pengunjung diharuskan menuruni tangga ke lantai 1 dan di lantai tersebut ada kantin & loket membeli tiket.

 

Nb:

Tiket untuk masuk ke masjid gratis kok kecuali untuk tarif parkir ya!

Pengalaman Nonton Kick Andy Langsung

Yeay, akhirnya menonton taping kick andy langsung di Grand Studio Metro TV. Saat saya mendapatkan kesempatan nonton tersebut, kebetulan temanya mengejar jodoh (hahaha sesuai banget kan ama umur saya yang lagi nyari jodoh :p) dengan pengisi tamu Ryan (pencetus nikah bareng di Jogja), Diany (penulis filosofi kue pancong), Abraham & Melisa (pasangan yang memenangkan cerita di bridestory untuk menikah di Bali 2016).

 

Diany & Mama
Foto Mama bersama Ibu Diany (Penulis Filosofi Kue Pancong) – dok. Pribadi

 

Taping di mulai pukul 19.00 WIB namun penonton dianjurkan hadir di stasiun Metro TV di lobby utama pukul 17.30,  registrasi ulang dengan membawa tiket/undangan menonton untuk mendapatkan tanda untuk mengambil snack dan penulisan nama untuk door prize. Selesai registrasi ulang, bagi penonton yang ingin menikmati snack dianjurkan untuk makan di tempat registrasi sebelum masuk ke studio. Sekitar pukul 18.20 WIB, penonton diizinkan untuk masuk ke studio Grand Metro Tv dan langsung disambut meriahnya alunan musik Band Selawas.

 

24796762_135056427209836_225330165395012138_n
Foto bersama Mas Andy F Noya – dok.Pribadi

 

Taping kali ini dibagi menjadi 6 sesi dengan tiap sesi diberikan break sekitar 1-2 menit. Oya, sebaiknya kamu ke toilet terlebih dahulu sebelum taping dimulai karena akan sulit untuk keluar dengan waktu yang terbatas. Taping selesai sekitar pukul 22.00 WIB dengan ditutup foto bersama Mas Andy F Noya.

 

Eksis di Museum Instagramable Jakarta – Museum MACAN

Museum MACAN telah dibuka untuk publik tanggal 4 November 2017 lalu. Nama museum MACAN diperoleh dari singkatan Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara loh ya, bukan karena di museum ini ada hewan macan hahahaha.

 

Tiket Museum MACAN - dok.Pribadi
Tiket Museum MACAN – dok.Pribadi

 

Lokasi: Jalan Panjang No 5, Jakarta Barat
Harga Tiket: Rp.50.000 untuk umum dan Rp.40.000 untuk pelajar
Tiket bisa dibeli di website atau on the spot dengan waktu kunjungan dibatasi hanya selama 2 jam, jangan ngaret yaaa!

 

 

20171121_130119resize
Katalog Museum MACAN- dok.Pribadi

 

 

Museum ini terletak di kawasan Jakarta Barat dengan total luas 4.000 meter persegi yang didesain bergaya kontemporer. Saat saya berkunjung kesana pameran yang sedang berlangsung yaitu Art Turns, World Turns yang berarti seni berubah, dunia berubah. Dalam pameran kali ini menampilkan berbagai seni karya maestro Indonesia, salah satunya karya I Gusti Nyoman Lempad dengan kategori pameran Bumi, Kampung Halaman, Manusia.

 

DSC_1934OK
Salah Satu Tema Pameran di Museum MACAN – dok.Pribadi

 

Oiya, tempat ikonik foto disini yang kudu kamu harus coba yaitu infinity mirror room karya Yayoi Kusuma. Eits, buat foto disini kamu harus antri loh dan hanya diberi waktu 45detik untuk foto didalamnya. So, siapkan kamera mu ready saat antri jadi pas masuk tinggal cekrek deh!

 

1511314486399resize
Infinity Room – dok.Pribadi

 

Nb:
For more info about Museum MACAN, you can check on the website.

Review Film Posesif: Bertahan atau Sudahi?

Udah nonton film posesif di bioskop kesayanganmu? What?! Engga salah nonton film Indonesia di bioskop? Jujur awalnya juga saya agak ragu untuk nonton tapi karena liat trailernya bagus dan kata teman juga bagus makin lah saya penasaran sama film ini.

Awalnya saya mengira film ini ya seperti film remaja pada umumnya saja. Tapi, ternyata ada sisi kelam yang dimunculkan dalam film. Film Posesif berkisah tentang sepasang kekasih Lala dan Yudhis, yang menjalani pacaran seperti anak SMA biasanya namun karena Yudhis posesif terhadap Lala mulailah sisi kelam dari film ini terangkat.

Posesif yang dimiliki Yudhis bukan kaya remaja umumnya yang cuma harus minta dikabarin atau minta izin tiap kali mau pergi sama siapa saja, tapi lebih akut dari itu. Selain posesif, Yudhis juga sering melakukan kekerasan bahkan melakukan hal “gila” cuma demi sosok Lala. Ketika Yudhis melakukan hal-hal seperti itu, Lala merasa bertanggung jawab atas sifat Yudhis dan dia merasa bisa mengubah Yudhis. Yah yang namanya lagi jatuh cinta mah semuanya juga pasti merasa “gue bisa melakukan apasaja buat lo seorang”, ibarat kata gitu ya. Hahaha. Hingga akhirnya hubungan mereka menjadi engga sehat, banyak ketergantungan satu sama lain dan adanya unsur kekerasan menambah penderitaan Lala yang harus memilih tetap bertahan atau menyudahi saja.

 

IMG_20171108_160518_999
Source: Pribadi

 

Kisah di film ini saya rasa dekat dengan kehidupan kita sehari-hari namun kita tidak menyadarinya. Akting Adipati Dolken dan Putri Marino pun cukup bagus bagi pameran anak SMA, cuma agak geli aja saya dengernya ketika Adipati ngomong sweet-sweet gitu (bukannya geli sih ya, tapi kaya udah rayuan gombal sejuta umat gitu haha). Untuk pameran Cut Mini pun luar biasa bagus karena saya belum pernah melihat aktingnya yang begitu kejamnya. Maklum, biasanya  kan Cut Mini digambarkan sosok yang lemah lembut. Namun sayang pergantian scene terlalu cepat jadi ada cerita yang agak menggantung akhirnya dan membuat penonton merasa switchnya cepet banget tiap scene. Yah, jadi kaya gimana gitu…

Keraton Tertua di Cirebon, Jawa Barat

Kamu pernah berkunjung ke Cirebon? atau pengen berkunjung ke Cirebon sebagai pengisi liburan mu? Kuy, kunjungi kota udang. Di kota Udang ini terdapat tiga Keraton yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Nah, kali ini saya  berkunjung ke Keraton Tertua di Cirebon yakni Keraton Kasepuhan. Terletak di Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114.

 

DSC_0792
Keraton Kasepuhan Cirebon. – dok.Pribadi

 

 

Biaya tiket untuk wisatawan lokal dikenakan biaya sebesar Rp.15.000/orang sedangkan wisatawan asing dikenakan biaya sebesar Rp.25.000/orang. Biaya tiket hanya untuk masuk ke halaman Keratonnya aja ya, belum termasuk untuk tiket museum keraton dan ke keraton lama. Apabila kamu ingin mengetahui keraton lama yang terdapat di kompleks Keraton Kasepuhan maka kamu diharuskan membayar tiket sebesar Rp.10.000/orang untuk masuk.

DSC_0845-compressed
Tiket Masuk ke Keraton Lama di Keraton Kasepuhan – dok. Pribadi

Oya, apabila kamu ingin mengetahui seluk-beluk Keraton maka saya sarankan untuk memakai jasa pemandu atau tourguide. Pasti kamu tidak hanya mau foto saja kan, melainkan juga menambah ilmu kamu mengenai Keraton. Kebetulan saat kemarin saya berkunjung terdapat beberapa anak SMK yang sedang magang disana dan menawarkan diri sebagai tourguide. “Untuk melatih pemahaman tentang Keraton”, ujarnya. Berbagai sejarah diutarakan sang tourguide mengenai Keraton yang membuat saya cukup takjub dan saya pun menanyakan alasan mengenai keberadaan tiga keraton di Cirebon. Usut punya usut, keberadaan ketiganya tersebut dikarenakan adanya perpecahan antara para pertinggi Kesultanan pada jamannya.

Di dalam Keraton terdapat beberapa sumur yang dahulunya digunakan sebagai mata air untuk diminum dan ada juga yang langsung berhubungan dengan pantai sehingga apabila keadaan pantai sedang pasang maka air di sumur tersebut akan naik dan begitu pula sebaliknya. Namun, sayang fungsi sumur tersebut sudah digunakan lagi sekarang. Hanya satu sumur yang masih digunakan hingga saat ini dan kita boleh langsung meminum air tersebut. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, air tersebut sudah di teliti oleh tim IPB dan penelitian tersebut menyatakan air tersebut lebih baik dikonsumsi tanpa dimasak. Apabila dimasak malah membahayakan kesehatan tubuh dikarenakan zat yang terkadung didalamnya.

 

DSC_0852
Salah Satu Sumur di Keraton Kasepuhan. – dok.Pribadi

 

 

 

Review Bakso Rudal Mas Kemet Asli Solo di Cirebon

Kalau kamu sedang wisata ke Keraton Kacirebonan belum lengkap kalau belum mampir ke Bakso Rudal Mas Kemet Asli Solo yang berada di Cirebon. Kenapa? Karena letak lokasi Bakso Rudal tersebut tidak jauh dari Keraton, terletak di sebelah kanan dari sisi pintu keluar Keraton Kacirebonan. Selain karena lokasinya, bakso rudalnya pun recommended!

Menu bakso rudalnya yang sesuai namanya berukuran besar dan dapat dimakan berdua orang, kalau dimakan sendiri juga gapapa sih tapi jadinya kekenyangan. Selain bakso rudal, ada menu mie ayamnya yang engga kalah enak terlebih apabila diberikan tambahan sambal. Ntap!

DSC_10831-compressed
Suasana Dalam Warung Bakso – dok.Pribadi

Untuk pelayanannya cukup memuaskan meskipun antri tetapi sang pelayan (sepertinya ia merupakan pemiliki juga) melayani dengan ramah dan mencatat setiap pesanan di nota yang nantinya akan diberikan ketika pengunjung selesai makan. Kecepatan pesanannya pun standar walaupun antrian penuh namun tidak membuat pengunjung lama menunggu. Ohya di  warung bakso ini ada tempat duduk lesehan loh di bagian dalam jadi buat kamu yang kakinya pegal selesai keliling Keraton, bisa milih duduk di lesehan sekalian mengistirahatkan kaki 😀

DSC_1082-compressed
Semangkuk Bakso Mas Kemet – dok.Pribadi