Belajar Seumur Hidup

Memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei tiap tahunnya, kali ini saya membahas pendidikan yang berkaitan dengan belajar seumur hidup bagi kita. Seringkali kita mendengar mengenai konsep belajar seumur hidup tapi terkadang  kita tidak mengetahui awal mula dari konsep ini.

cute-designer-workspace_1067-84.jpg
Source: Freepik.com
Konsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. Menurut John Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.
Menurut Gesit Riyanto, Guru Besar Pendidikan Thailand (Kompas, 2013) longlife learning merupakan alat untuk mengembangkan kualitas hidup manusia. Longlife learning memerlukan akses yang baik di semua kalangan, baik di kota maupun di luar kota. Keterlibatan pemerintah, swasta, dan lembaga nonprofit mutlak dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Oh ya, perlu kamu ketahui bahwa Indonesia memiliki dasar undang-undang pendidikan nasional,loh! Ternyata pendidikan nasional di Indonesia tidak  semata-mata membuat generasi penerus bangsa pintar, namun lebih dari itu. Tujuan pendidikan nasional tertera pada undang-undang pendidikan nasional nomor 20 tahun 2013 yang berbunyi bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Kemenag, 2014). Jadi pada hakikatnya seseorang itu baru dapat dikatakan menyelesaikan sebuah pendidikan bukan karena seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan yang paling tinggi tetapi pendidikan itu akan berakhir jika seseorang telah mencapai tingkat ketaqwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa dan telah mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.
Potensi yang dimiliki setiap individu harus diasah terus menerus dan individu tersebut tidak menyerah ataupun bosan untuk terus belajar. Sadarilah bahwa pengetahuan yang tiap diri individu miliki tidaklah sama dan masih banyak pengetahuan yang mungkin saja kita tak ketahui dari individu lainnya. Untuk itu, diperlukan pribadi tiap individu yang bersifat rendah diri dan ingin belajar dari siapapun tanpa melihat latar belakang individu lainnya. Selain itu, perlu ditanamkan paradigma di dalam pribadi individu masing-masing bahwa seiring berkembang pesatnya zaman pasti pengetahuan juga berkembang pesat pula.
Jika kita sebagai individu malas belajar maka membuat diri sendiri ketinggalan pengetahuan yang sedang berkembang, yang berakibat pada turunnya kualitas diri sendiri. Maka dari itu, yuk belajar!
Source:

 

Original Article:

Youngontop.com/kurniasjafei

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s