Magang di Kementerian Perdagangan Indonesia

Magang merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi mahasiswa di kampus saya untuk mengambil skripsi. Ketika saya memutuskan magang di periode Februari – Maret 2015, dapat dikatakan saya orang pertama yang mengajukan magang di angkatan, sedangkan teman lainnya masih santai dan asik menikmati hidup. Saya pun memiliki alasan tersendiri mengapa saya memberanikan diri untuk mengajukan magang di periode tersebut walaupun terbilang cukup nekat. Saya memiliki prinsip bahwa hidup itu jangan hanya menunggu saatnya tiba dahulu baru melakukannya, tapi selama masih bisa dilakukan saat ini dan tidak bermasalah, saya akan melakukannya dan do the best.

151019141kemendag_istimewa
Foto Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Source : Sinar harapan

Saya memiliki prinsip bahwa hidup itu jangan hanya menunggu saatnya tiba dahulu baru melakukannya, tapi selama masih bisa dilakukan saat ini dan tidak bermasalah, saya akan melakukannya dan do the best.

Singkat cerita, saya mengajukan magang di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Saat saya kuliah, Kementerian Perdagangan bukanlah sebuah kementerian yang menjadi favorit bagi mahasiswa kampus saya untuk dijadikan tempat magang. Namun, saya yang sangat tertarik dengan isu perdagangan internasional dan ingin mempelajarinya lebih detail memutuskan untuk magang di kementerian tersebut.

Tak hanya tertarik dengan isu perdagangan internasional semata, tapi saya memang ingin mengangkat salah satu isu tersebut menjadi topik pembahasan di skripsi. Selang dua hari saya mengajukan surat permohonan magang, saya mendapatkan telepon bahwa saya berkesempatan untuk magang di instansi tersebut bagian Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional (Dirjen KPI), Unit Kerjasama Bilateral, Sub-Unit Kerjasama Asia Tengah dan Timur.

Adanya Dirjen KPI, semua kepentingan perdagangan Indonesia yang berhubungan dengan luar negeri melalui satu pintu atau one gate system, baik itu menyangkut kerjasama internasional, perundingan perdagangan internasional bahkan memfasilitasi suatu negara yang memiliki permasalahan perdagangan di Indonesia. Melalui direktorat ini memungkinkan pemerintah Indonesia dan pemerintah negara lain menjalani hubungan kerjasama untuk menciptakan kemakmuran warga negara masing-masing yang dihubungkan dengan perdagangan terutama liberalisasi perdagangan yang salah satunya menyangkut isu dumping.

Selain itu, Warga Negara Indonesia (WNI) mendapat bantuan dalam urusan yang berkaitan dengan tugas Kementerian Perdagangan RI di luar negeri, seperti pendampingan WNI ketika menghadapi kesulitan dalam berdagang di negara mitra dikarenakan birokrasinya yang dipersulit atau semacamnya. Hubungan kerjasama Kementerian Perdagangan RI dengan negara lain juga diperkuat dengan penempatan Atase Dagang (ATDANG), Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) maupun staf teknis yang ada di KBRI sehingga sangat memudahkan kerjasama antar negara.

Sub-Unit Kerjasama Asia Tengah dan Timur memiliki tugas untuk melaksanakan perumusan dan pelaksanaan, kebijakan, penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan perundingan perdagangan bilateral di kawasan Asia Tengah dan Asia Timur.

Pada saat saya magang di unit terkait, saya memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam persiapan keberangkatan Presiden RI, Joko Widodo, dan Menteri Perdagangan RI, yakni Rachmat Gobel dalam kunjungan kerja Presiden ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Jepang pada Maret 2015.

Saat itu saya bersama tim Sub-Unit Asia Tengah dan Timur membaca isu-isu bilateral terkini yang terjadi diantara dua negara (RRT-Indonesia, Jepang Indonesia), menganalisis isu tersebut dan memberikan rekomendasi dari analisis atas isu tersebut. Saya pun berkesempatan untuk ikut terlibat mempersiapkan materi-materi yang akan dibicarakan Presiden dalam kunjungan kenegaraannya di Jepang maupun di RRT.

Dari sini saya mendapatkan sebuah perspektif bahwa kunjungan kenegaraan seorang kepala negara itu tak semudah yang dibayangkan. Kepala negara harus membawa visi misi negaranya, melakukan diplomasi agar dapat meningkatkan kerjasama kedua negara. Selain itu, saya bersama tim juga melakukan persiapan rapat sub-komite IJEPA (Indonesia-Japan Economi Partnership Agreement). Kami pun mencari berbagai isu yang terkait hal tersebut, membaca, menganalisis, dan memberikan rekomendasi atas isu tersebut. Nantinya, rekomendasi tersebut akan dibawa ke dalam rapat.

Saya sangat bersyukur berkesempatan magang di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Tidak hanya karena berkesempatan untuk terlibat langsung dalam kebijakan pemerintah yang akan diimplementasikan, tetapi saya juga mendapatkan sebuah hubungan kekeluargan di instansi ini. Sub-Unit Kerjasama Asia Tengah dan Timur sangat welcome dengan anak magang seperti saya dan mereka tidak sungkan untuk berbagi ilmunya dan mengajari saya setiap pekerjaan yang saya tidak mengerti pada awalnya.

Momen-momen yang saya alami selama magang di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tidak akan pernah saya lupakan karena momen tersebut mengajarkan saya berbagai hal, mulai dari cara menganalisis suatu isu, bagaimana cara membuat suatu rekomendasi (win-win soulution) dan tetap menjadi kepala dingin serta tidak gegabah walaupun pekerjaan banyak sekalipun. Secara sadar atau tidak sadar, momen yang saya alami saat magang di instansi tersebut membuat kepribadian saya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi masalah dan stay cool dalam menghadapinya.

source: http://bit.ly/magangdikemdag

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s