Yuk, Terus Evaluasi :)

Berada dalam suatu organisasi memang banyak memiliki manfaat bagi kita, sang mahasiswa. Tak hanya untuk menambah network tetapi juga belajar bersama di organisasi.

Dalam organisasi pun terkadang tertimpa suka maupun duka yang harus dihadapi bersama, entah adanya masalah ataupun lainnya. Mungkin ketika keadaan suka/bahagia, kita dapat bersama dan kompak. Namun, adakah yang menjamin kebersamaan kita ketika masalah menghampiri? Engga ada yang bisa menjamin kebersamaan tersebut terkecuali attitude kita sendiri.  Saya pun mengalami hal serupa terkait kebersamaan di suatu organisasi yang saya ikuti.

Entah saya yang sensitif atau mudah tersinggung, tapi saya kerap kesal jika terdapat teman organisasi saya yang langsung naik darah ketika masalah menghampiri. Terlebih jika kata yang tidak enak keluar dari mulut teman saya. Tak hanya itu, jika permasalahan yang terjadi di organisasi semakin rumit seringkali pula kita langsung ngegas untuk adu mulut bahkan adu otot dengan sesama teman ataupun sang ketua. Menurut saya hal tersebut kurang beretika apalagi dalam suatu organisasi, yang mana semua orang disana punya tujuan bersama untuk mencapai tujuan.  Jika terus menerus kita menggas perkataan kita (baik dalam bentuk cemoohan atau perkataan kurang enak) terhadap orang lain ketika masalah menghampiri, maka tak dapat dipungkiri pertemanan mu dan kebersamaan di organisasi menjadi taruhannya.

“Mobil aja lama-lama rusak kalau sering digas, engga mau dong pertemanan kamu rusak karena kamu sering ngegas? 🙂 

Please remember this, tidak semua orang sama. Tidak semua orang memiliki mental baja yang tahan terhadap perkataan dan candaan apalagi yang menjurus hinaan. Luka pukulan dan sayatan masih bisa disembuhkan, bagaimana dengan perkataan yang menyinggung? Apakah bisa dimaafkan? Sebenarnya bisa, hanya saja, tidak bisa dilupakan.

Satu hal lagi yang sering kali kita alami di sebuah organisasi. Kepekaaan kita dengan rekan organisasi juga bisa dipupuk sedini mungkin. Ketika kita melihat rekan sedang banyak pekerjaan, janganlah hanya berdiam diri dan mainin gadget. Segera tanya rekan organisasi mu apakah ada yang bisa dibantu? Ingat, Bantuan sekecil apapun kita tidak tau mungkin saja berdampak besar.

Kita juga bisa mengingatkan rekan kita apabila sedang bercanda dengan rekan kita lainnya namun sudah di luar batas wajar.

Misal “Eh pendek! Kemana aja lo? Akhirnya muncul juga, habis bertapa ya lo buat gaet si A? hahaha”.

Mungkin saja rekan kita tersebut hanya akan menjawab singkat seperti :

“Eh ada elo! Iya nih habis betapa gue hahaha” (dengan ekspresi muka datar)

Nah dari respon yang diberikan teman kita tersebut, kita juga kurang mengetahui apakah memang ia tidak tersinggung atau sebaliknya. Maka dari itu, yuk mulai mengingatkan jika yang lain sedang membuli. Kita tidak tau dibalik senyumnya mungkin ia sedang menahan marah atau kecewa. Ingat pula bahwa perkataan mu bisa jadi bumerang bagi diri kamu sendiri dan keberlanjutan organisasi selanjutnya. Jika perkataan mu yang membuli teman membuat teman mu tersinggung dan terjadi keributan, maka hal ini akan mengancam kebersamaan kita di organisasi itu sendiri.

So, let’s build our communication with a good attitude!

An organization, no matter how well designed, is only as good as the people who live and work in it. –Dee Hock

Semoga bermanfaat dan See You On Top!

Source : http://notetoself.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s