Makan GRATIS saat Ultah

Siapa yang tidak suka gratisan? Pasti kamu suka kan? Apalagi gratisan saat ulang tahun hihi. Well, pas gue ulang tahun (29/6/2017) kemarin gue mencoba beberapa resto yang memberikan menu gratis saat ultah. Kuy simak reviewnya.

Steak Hotel by Holycow!

Holycow memberikan promo bagi pelanggannya yang berulang tahun dengan memberikan makan steak gratis pada hari H ultah yang harus dimakan di Tempat Karnivora Pesta (TKP)  yang merupakan sebutan buat setiap resto Steak Hotel by Holycow! ini. Pas kemarin gue mencoba makan gratis saat ultah, menu yang diberikan untuk free birthday yaitu Tokusen Wagyu Rib Eye dengan mushroom sauce seharga Rp. 165.000.  Rupa saus dan sayurannya bisa dipilih sesuai selera kok, ada saus mushroom hingga sayuran bayam. Menurut gue sih steak Tokusennya lumayan enak dan empuk. Pelayanannya pun ramah walaupun makan gratisan.

IMG_20170629_131020_6061
Steak Tokusen Wagyu Rib Eye – Dok. Pribadi

Untuk mendapatkan free birthday tersebut kamu hanya perlu menunjukkan KTP supaya didata dan mengisi buku tamunya. Perlu diingat yang gratis disini cuma steaknya, minumnya tetap harus beli hihi.  Oya, pas kemarin gue ultah sih tidak diminta untuk memakai bando unik ataupun benda lainnya yang menandakan gue ultah di hari itu yang diberikan pihak Holycow, jadi gue makan seperti pelanggan biasa lainnya. Hehe

20170629_133719
Mom & Me at TKP Kokas -Dok.Pribadi

 

 

Alamat: Steak Hotel by Holycow! TKP Kota Kasablanka, Kota Casablanca Mall UG Floor, Raya Kav. 88, Jl. Casablanca, RT.16/RW.5, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870.

Sushi Tei

Promo ultah di Sushi Tei berlaku dari H-7 sampai dengan H+7, jadi tak perlu takut ketinggalan promo kalau di hari H tidak bisa datang ke Sushi Tei. Saat kemarin gue coba makan di Sushi Tei, gue diberikan Sushi Birthday Cake yaitu kue yang berisi satu Sushi Roll besar dengan diatasnya daging salmon.

20170701_122311
At Sushi Tei Kokas – Dok.Pribadi

Yang uniknya disini yaitu saat mengantarkan makanan, staf restoran menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” tapi ya gitu dengan suara datar hihi.

Screenshot_2017-06-30-11-32-18-1 (1)
Sushi Birthday – Dok. Pribadi

Alamat: Sushi Tei Kota Kasablanka, Kota Casablanca Mall 1st Floor, Raya Kav. 88, Jl. Casablanca, RT.16/RW.5, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870.

Pepper Lunch  

Sebenarnya Pepper Lunch tidak memberikan promo yang besar untuk ultah tapi karena gue penasaran, ya sudah gue cobain ke sini. Ketika memilih menu untuk makannya, gue pun menanyakan ke staf pepper lunch apakah masih ada promo red velvet untuk yang ultah? Alhamdulillah ternyata masih ada dan gue pun mendapatkan kue red velvet tersebut satu cup gitu sih. Ya lumayan lah untuk mengotori mulut hehe. Ehya karena gue lupa memfoto kuenya, gue cantumin pamflet promonya aja ya. Buat yang penasaran rasa red velvetnya seperti apa, kuy cus langsung ke pepper lunch.

photo - 1442616261
Source: www.giladiskon.com

Alamat: Pepper Lunch Kota Kasablanka, Kota Casablanca Mall LG  Floor, Raya Kav. 88, Jl. Casablanca, RT.16/RW.5, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870.

Selamat berburu makan gratis bagi kamu yang ulang tahun! 😀

 

Obama di Konvensi Diaspora Indonesia ke-4

Sabtu, 1 Juli 2017 saya berkesempatan hadir di Konvensi Diaspora Indonesia ke-4 dengan mengusung tema “Bersinergi Bangun Negeri” dan sesi pembukaannya oleh Presiden Amerika Serikat ke-44, Presiden Barack Obama di The Kasablanka Hall. Well, I’m so blessed to get this opportunity. Berikut review sesi Pembuka Konvensi Diaspora Indonesia ke-4.

Presiden Barack Obama

Dalam pidatonya, Obama membahas berbagai hal dari masalah pengangguran, kepemudaan, globalisasi hingga toleransi yang saat ini menjadi sorotan bangsa Indonesia.

20170701_105317
Presiden Barack Obama di Kongres Diaspora – Dok.Pribadi

Topik yang membuat saya tertarik menyimaknya yaitu mengenai toleransi. “Toleransi dan saling menghormati harus ditegakkan. Jika tidak, maka akan terjadi perang di mana-mana,” ujar Presiden Barack Obama. Obama yakin bahwa Indonesia memiliki toleransi yang tinggi antar keberagaman yang ada, hal ini dapat dilihat dengan keberadaan Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang masih eksis hingga kini di tenagh masyarakat muslim. Obama pun menegaskan pernyataannya terkait tolerasi dengan menutup pidatonya dan mengatakan “Bhineka Tunggal Ika”. Tak dipungkiri, pidato Obama tersebut mendapatkan standing applause dari peserta yang hadir di ruangan.

“Toleransi dan saling menghormati harus ditegakkan. Jika tidak, maka akan terjadi perang di mana-mana,” ujar Presiden Barack Obama.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi

Selain Presiden Amerika Serikat, Obama, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia juga membuka Konvensi Diaspora Indonesia ke-4 ini. Namun berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kali ini Ibu Retno tidak berpidato membahas hubungan internasional antar Indonesia dengan negara lainnya, beliau membacakan sebuah puisi yang ditulis oleh dirinya sendiri yang berjudul “Anakku”. Dalam puisinya tersebut, Ibu Retno menceritakan seorang anak yang sudah ia rawat dari kecil hingga dewasa dan saat dewasa seharusnya bisa mengetahui jalan mana yang benar dan salah tanpa perlu arahan orang tua. Inti dari puisi tersebut yaitu beliau berpesan agar anak Indonesia terus berkarya untuk membangun tanah air Indonesia dan bangga menjadi warga negara Indonesia.

Menlu
Menlu RI Retno Marsudi di Konvensi Diaspora – Dok.Pribadi

Dino Patti Djalal, Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global

Bapak Dino Patti Djalal menyampaikan pidato pembuka saat sesi pembukaan Konvensi Diaspora Indonesia ke-4. Beliau menegaskan bahwa keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri bukan sebagai brain drain* namun sebagai global network bagi Indonesia. “Diaspora bukanlah perantau tetapi mereka merupakan pelopor di bidang ekonomi, budaya dan sebagainya”, tutur Bapak Dino.

Dino
Wefie bersama Dino Patti Djalal – Dok.Pribadi

*Brain drain: Ketika banyak sumber daya manusia yang berkualitas di sebuah negara pergi untuk mencari kehidupan yang kebih baik.

Well, bagi saya Konvensi Diaspora Indonesia ke-4 ini merupakan wadah bagi diaspora Indonesia untuk bersinergi dan bagi masyarakat pada umumnya konvensi ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan tentang kehidupan sisi lain diaspora Indonesia di luar negeri.

Nb:

You can get more information about Congress of Indonesian Diaspora 4 on social media and website.

Instagram: Diaspora RI

Website: cid4.info

 

 

 

Selamat Ulang Tahun Jakarta!

Hari ini Jakarta berulang tahun ke-490 loh!

enjoy_jakarta.png
Source: http://pelatihankepariwisataan.info

Sejarah Jakarta

Dikutip dari website Pemrov Jakarta, Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam.  Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527.

Jakarta Kini

Jakarta saat ini memiliki berbagai perkembangan pesat yang menjadikannya primadona. Berbagai daya tarik yang dimiliki Jakarta membuat masyarakat Indonesia ingin bertarung nasibnya di Ibukota. Hal ini sesuai dengan komentar dari Maman Suherman yang dikutip dari viva.co.id yaitu “sepanjang 75% peredaran uang ada di Jakarta, sepanjang ekspansi perbankan 80% di Jakarta, sepanjang ekspansi daerah juga masih di Jakarta, ya Jakarta masih menjadi magnet,” tutur pengamat sosial Maman Suherman.

Dirgahayu Jakarta Ke-490.jpg
Dok. Pribadi

Banyak Mau

Zaman sekarang udah ga asing lagi dengan kata “banyak mau dan banyak minta (bm)” ya kan?

Source: fashionhealthbeauty.com

Anak muda pada umumnya memiliki banyak keinginan yang harus digapai entah itu berupa prestasi ataupun benda yang diinginkan, tetapi kebanyakan keinginan untuk memiliki suatu benda atau mencoba makanan yang lagi hits. Hal ini berdasarkan penelitian The Nielsen Regional Retail Highlights tahun 2011, ramainya kawula muda mengunjungi resto-resto seperti itu karena konsep tempat dianggap sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia, khususnya ibukota Jakarta. Sementara pengamat sosiologi, Abdul Kholek dalam Arin (dikutip dari  Antara News) menyebutkan: Ada fenomena yang berkembang dalam masyarakat dunia ketiga termasuk Indonesia yaitu kecenderungan terjadinya perubahan gaya hidup akibat dari ekspansi industri pangan yang dimanifestasikan ke dalam bentuk restoran siap saji. Generasi muda lebih suka makan dan menghabiskan waktu ke cafe dan resto untuk menyantap makanan-makanan ala Barat yang siap saji. Berdasarkan kedua sumber diatas, dapat disimpulkan kalau anak muda yang banyak mau (bm) dipengaruhi oleh trendingnya pemberitaan tentang suatu benda atau tempat yang membuat rasa penasaran untuk mencobanya.

Banyak maunya anak muda sering kali tidak diimbangi oleh kemampuannya. Banyak anak muda yang memaksakan untuk mencoba suatu hal padahal hal tersebut bukan kebutuhan pokoknya bahkan bisa dibilang hanya untuk memenuhi lapar mata semata. Agak miris ga sih untuk memenuhi keinginan dengan kemampuan yang dipaksakan? Come on guys, kalian masih perlu memenuhi kebutuhan. Tidak perlu seluruh bm-mu dipenuhi menjadi realita. Turunkan ego, lihatlah realita. Lebih baik uang mu yang tadinya untuk memenuhi bm semata dapat disimpan di tabungan karena kebutuhan mu di masa datang pasti banyak. Kuy lebih bijak menyikapi sifat banyak maunya diri sendiri. Janganlah dengan memenuhi kebanyak-maunya diri menjadikan diri sendiri susah untuk menata kehidupan ke depannya.

Fenomena Buka Bersama

Tanpa terasa, bulan Ramadan telah tiba. Baru awal puasa namun ajakan untuk berbuka puasa bersama sudah membanjiri setiap chat di grup. Tiap tahun, sepertinya kegiatan tersebut menjadi tren dengan semakin banyaknya perkumpulan, perusahaan atau organisasi yang semakin banyak mengadakan buka bersama.

Buka bersama-01_0.jpg
Source: Pikiran-rakyat.com

Kedatangan Ramadan  yang seharusnya dapat dijadikan momen berhemat. Nyatanya, justru kebalikannya. Entah kenapa, Ramadan membuat orang-orang jadi terlalu bersemangat untuk berbuka atau makan malam bersama di luar. Sebenarnya, sah-sah saja apabila ingin buka bersama terlebih dengan teman yang jarang bertemu namun  menjadi terkesan “berat” apabila lokasi buka bersama yang jauh ataupun pemilihan tempat makan yang biayanya diatas rata-rata dengan alasan tempatnya bagus kalau difoto atau istilah kekiniannya instagram-able.  Apabila penekanan buka bersama fokus pada acara makan bersama, silaturahmi dan foto-foto sebenarnya hal tersebut dapat dicapai dengan membawa makanan yang dimasak sendiri ataupun membeli makanan di warung dan berkumpul di salah satu rumah teman yang memang cukup ruang untuk acara buka bersama, tidak perlu berkumpul di food court maupun restoran. Lebih simple bukan? Tidak mengharuskan kamu untuk pusing memikirkan reservasi tempat, menghitung budget untuk makan dan pajak  yang akan dikenakan apabila di restoran.

16c7f7cc-e640-4b24-b6e4-a5902dadf7ed-original

Coba kamu hitung deh berapa biaya yang kamu habiskan untuk sekali buka bersama, rata-rata akan menghabiskan diatas Rp.50.000 apalagi kalau kamu memilih tempat buka bersama yang hedon. Nah, bayangkan deh apabila kamu tergabung ke berbagai club atau komunitas. Harus berapa kali kah kamu berbuka bersama di luar? Berapa biaya yang kamu habiskan? Biaya yang lumayan besar itu bisa loh kamu alokasikan untuk kebutuhan mu di masa mendatang.  Kamu juga perlu mengingat kalau tidak semua orang hidup dalam kelebihan materi. Kamu harus realistis dan penuh empati. Lihatlah ke bawah, bukan lihat ke atas.

Yuk bijak menerima tawaran buka bersama!

Bersantai Setelah Kuliah?

Lulus kuliah tentu menjadi momen yang membahagiakan bagimu. Di balik kebahagian tersebut, kamu harus menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja. Mungkin banyak dari kalangan freshgraduate yang memilih bersantai sejenak menghilangkan kepenatan setelah berjibaku dengan skripsi dan tidak buru-buru melamar pekerjaan. Well, sebenarnya ini sah-sah saja tapi sebaiknya kamu tidak terlena dengan waktu santai mu. Semakin kamu terlena dan malas melamar pekerjaan, bagaimana kamu bisa menghasilkan uang sendiri? Orang tua membiayai pendidikan dari TK-Kuliah, sekarang sudah lulus kuliah masih mengandalkan orang tua? Yakin engga malu sama teman mu yang sudah kerja?

stock-vector-caucasian-graduate-sitting-in-chaise-longue-graduate-in-graduation-cap-working-on-laptop-graduate-593628566.jpg

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, jumlah lulusan perguruan tinggi yang bekerja adalah 12,24 persen. Jumlah tersebut setara 14,57 juta dari 118,41 juta pekerja di seluruh Indonesia. Sementara pengagguran lulusan perguruan tinggi mencapai 11,19 persen, atau setara 787 ribu dari total 7,03 orang yang tidak memiliki pekerjaan. Nah, bayangkan deh dari segitu banyaknya jumlah freshgraduate yang belum kerja ditambah tiap semesternya seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengeluarkan lulusannya yang begitu banyak…kebayangkan saingan kamu untuk mendapatkan kerja seperti apa banyaknya? Belum lagi ditambah dengan saingan kamu dari pekerja profesional yang sedang mencoba keberuntungannya untuk mendapatkan karir yang diinginkan. Tambah berat kan saingannya? Ini baru awal perjuangan,bung!  Untuk bisa lulus kuliah aja kamu harus berjuang sekuat tenaga, eh… setelah lulus masih harus bersaing dengan ribuan orang untuk mendapatkan pekerjaan.

Semakin lama waktu santai mu, semakin banyak pula saingan mu untuk mendapatkan pekerjaan.

Janganlah terlalu lama bersantai ria dari kelulusan, hal tersebut hanya akan menunda kamu untuk menghadapi kehidupan sesungguhnya. Bagaimananpun kamu akan menghadapi hal tersebut. Semakin lama waktu santai mu, semakin banyak pula saingan mu untuk mendapatkan pekerjaan. Selamat mencari kerja!

Source:

bps.go.id